Marion Cotillard

Annual List (2014) : Best Performances and Best Pictures

2014 memang sudah berakhir satu, hampir dua bulan yang lalu. Dan, dengan semangat menonton satu demi satu film, akhirnya berikut inilah sepuluh film terbaik, dengan lima penampil terbaik di masing-masing kategori, dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Trust me ! Menyortir film dengan banyak treatment yang berbeda mulai dari film yang mulai kabur karena ditonton awal tahun, film yang masih terlihat bagus karena baru saja ditonton, film yang mulai menaikkan impresi dengan multiple viewing, dan juga sebaliknya, sampai pendapat yang terkadang harus diakui terpengaruh dari buzz ekternal.

(more…)

Reviews : Big Eyes (2014), Wild (2014), The Tale of Princess Kaguya (2014), and Two Days, One Night (2014)

Director : Tim Burton

Writer : Scott Alexander, Larry Karaszewski

Cast : Amy Adams, Christoph Waltz

Setelah melewati proses yang cukup panjang, kemudian terdengar kabar Tim Burton menduduki kursi sutradara, produser, kemudian Amy Adams dan Christoph Waltz (dua aktor spesialis supporting role) sebagai duo yang akan memimpin, dan yang terpenting tanpa Johnny Depp atau Helena Bonham Carter, Big Eyes langsung masuk dalam bursa award tahun 2014.

Jika satu gambar atau lukisan saja bisa menggambarkan ribuan kata-kata, apa jadinya dengan sebuah film yang merupakan motion picture ? Yah, dalam kasus ini – Big Eyes – mengecewakan, cukup memberikan satu kata saja : bland. Lukisan anak kecil dengan mata nanar berwarna hitam, kelam, dengan kesedihan yang tersirat, nyatanya tak mampu diangkat menjadi materi yang lebih berarti. Sama jatuhnya dengan konsep “paint by number”, tak peduli seberapa “berarti” gambar di dalamnya, arti tersebut juga dimiliki ribuan orang lainnya. Sisi spesial yang tergeneralisasi, dan inilah yang membuat kisah Margareth Keane terasa tak ada penekanan untuk meninggalkan kesan, kecuali sentuhan komedi yang rasanya seperti Tim Burton sedang memilih palet warna yang salah.

(more…)

The Immigrant (2014), Sacrilegious and Tractable Cotillard is Life Jacket of Almost Sinking Boat

Director : James Gray 

Writer : James GrayRic Menello

Cast : Marion CotillardJoaquin PhoenixJeremy Renner 

(REVIEW) Sempat akan diberi judul Low Life dan Nightingale, film yang direlease di Cannes ini memang sangat layak ditunggu, terutama dibintangi tiga aktornya yang sudah, uhm, award friendly.

(more…)

La Vie en Rose (2007) : Bitterness, Love and Sorrow of Life Story Singer Edith Piaf

Director : Olivier Dahan

Writer : Isabelle SobelmanOlivier Dahan

Cast : Marion Cotillard, Emmanuelle Seigner, Jean-Pierre Martins

About

La Vie en Rose atau juga disebut dengan La Mome adalah film berbahasa Perancis yang menceritakan kehidupan penyanyi Edith Piaf, mulai dari masa kecilnya hingga ia menutup usia. Film yang dibintangi oleh Marion Cotillard ini menjadi milestone terpenting dalam perjalanan karir seorang aktris yang pernah menyabet piala Oscar tersebut.

Film ini diceritakan secara non linear meloncat-loncat ke titik kehidupan seorang Edith Piaf, mulai dari ia masih kecil, kemudian berumur sepuluh tahun, kemudian saat ia rema menjadi street singer, ketika ia mulai berjaya hingga ia menjelang tua.

Image

source : http://www.imdb.com / Edith Piaf

Edith Piaf ditinggalkan ayah ibunya kemudian dirawat oleh neneknya sendiri di sebuah rumah bordil dan akhirnya dekat dengan salah satu pelacur bernama Titine (Emmanuelle Seigner). Ketika ayahnya memutuskan untuk membawanya pergi, ia harus mulai berjuang di kehidupan keras sirkus dan memulai pekerjaannya sebagai street singer. Keberuntungannya mulai terlihat, ketika orang-orang melihat bakatnya sebagai seorang penyanyi walaupun perjalanan menjadi seorang bintang tidaklah mudah. Film ini menceritakan getir pahitnya kehidupan seorang Edith Piaf yang harus berkali-kalikehilangan orang-orang yang ia sayangi, termasuk kekasihnya, Marcell (Jean Pierre Martin), seorang jawara tinju,  yang membuatnya menjadi kecanduan terhadap alkohol dan morfin. Di tengah badannya yang mulai lemah dan kejayaannya sebagai seorang penyanyi, Edith Piaf harus berjuang melawan hal yang selalu ia takuti yakni, kesepian (loneliness).

“Not only the make up, or the gesture, or how she speaks, but Marion Cotillard gives strong performance which shows deep understandings of Edith Piaf, one of them is her truly bitterness.”

Memang sebuah biopic harus mempunyai sebuah cerita yang layak untuk diangkat, dan cerita seorang Edith Piaf memang demikian. Tidak heran, cerita penyanyi fenomenal ini memang diangkat menjadi beberapa film, salah satunya adalah ini. Dengan kekuatan cerita yang sangat pahit, terkadang film ini terkesan sangat dark dan depresif untuk setiap orang yang melihatnya. Ditambah dengan karakter seorang Piaf yang sebenarnya kurang mengundang simpati membuat film ini terkesan tidak membawa keceriaan bagi penonton. Tetapi itulah tujuan film ini. When this movie can make audience feel the bitterness of Piaf’s life so it works.

Thanks to Marion Cotillard, tidak salah memang mendapuknya sebagai seorang Piaf. Tidak hanya make up, atau dari segi gesture, atau dari segi cara bicaranya, Marion Cotillard tidak memberikan kita sekedar akting yang menirukan sebagai seorang karakter, namun ia benar-benar seperti menjadi sebuah karakter dari seorang Piaf. Jika kita bandingkan penampilan Cotilard, katakan saja dengan Meryl Streep di Iron Lady, atau mungkin Phillip Seymour Hoffman sebagai Capote, maka penampilan Cotillard ini seperti satu level lebih dalam memerankan sebuah karakter.

Penampilan Cotillard juga dibantu dengan kualitas tim make up yang sangat meyakinkan. Tim make up benar-benar total dalam mendandani Cotillard dengan rentang usia yang terbilang sangat luas yaitu mulai dari ia remaja sampai tua (walaupun dengan umur sekitar 40an). Tentu saja, penampilan Piaf yang sangat impresif adalah ketika badannya mulai digerogoti oleh obat-obatan dan tua pada usia dini.

Film ini juga (tentu saja) diselingi dengan lagu-lagu Edith Piaf yang sangat cocok menceritakan sebuah kepahitan, kehilangan dan juga cinta. Wow ! Believe it or not, I like the songs, making me want to learn French.

Trivia

Sutradara Olivier Dahan menulis skenario film ini dengan benar-benar memikirkan Marion Cotillard sebagai Edith Piaf di pikirannya.

Quote

Journalist : Are you afraid of death ?

Edith Piaf : I am more afraid of loneliness.

The Dark Knight Rises (2012) : A Hero Rises for An Epic Conclusion of The Trilogy

Sutradara : Christopher Nolan

Penulis : Jonathan Nolan (screenplay), Christopher Nolan (screenplay), etc

Pemain : Christian Bale, Anne Hathaway, Tom Hardy

Tagline : A Fire Will Rise

“Albeit not the best of the trilogy, still, Nolan can be trusted.”

About

Setelah kesuksesan besar yang didapatkan oleh The Dark Knight pada tahun 2008 baik secara komersial atau secara kritiks, The Dark Knight Rises kembali hadir sebagai installment ketiga film Batman dari Christopher Nolan. Nolan sendiri sebenarnya agak ragu untuk kembali dalam seri ini namun akhirnya bersedia kembali untuk menyutradarai setelah mengembangkan cerita dengan saudaranya, Jonathan and David S. Goye.

Film ini kembali mempertemukan cast dari film Inception seperti Tom Hardy (Bane), Marion Cotillard (Miranda Tate), Michael Cane (Alfred), Cillian Murphy (Jonathan Crane), dan Joseph Gordon Levitt (John Blake) sedangkan Bruce Wayne dan Selina Kyle masing-masing diperankan oleh Christian Bale dan Anne Hathaway.

Bercerita tentang delapan tahun setelah kematian Harvey Dent di Gotham City, seorang pemimpin teroris penuh determinasi disertai fisik dan mental kuat kembali mengancam kota. Ketika system keamanan kota benar-benar berhasil dilumpuhkan oleh Bane, Batman harus kembali membela kota yang telah menganggapnya musuh dengan bantuan Catwoman yang sebelumnya telah mengkhianatinya.

Still Nolan

Sebagai salah satu film yang paling diantisipasi sebagai film musim panas di 2012, ditambah kesuksesan besar The Dark Knight, film ini menge-set ekspektasi yang sungguh tinggi. Mungkin film ini bukanlah bagian yang terbaik dari trilogy namun film ini cukup memuaskan dan melengkapi trilogy sebagai penutup yang benar-benar ‘besar’.

Excellent Cast

Salah satu yang menonjol dari installment ini adalah kehadiran Selina Kyle yang mampu dihadirkan dengan apik oleh Anne Hathaway. Hampir di setiap scene, ia menjadi scene stealer dan mampu menjadi karakter yang membuktikan bahwa seorang Anne ‘Princess Diary’ Hathaway dapat begitu impresif agresif dikombinasikan dengan sensualitas dari Catwoman sendiri.

Christian Bale yang apik dalam memerankan Batman kembali dieksplor dalam film yang menguji kekuatan fisik sekaligus secara mental ini, ditambah penampilan Michael Caine yang sangat emosional dan dalam.

Tom Hardy berhasil memerankan karakter penuh terror, Bane dengan baik, walaupun penampilannya jangan sekali-kali dibandingkan dengan penampilan super dari mendiang Heath Ledger yang memerankan Joker sebagai villain Batman di film sebelumnya. Sedangkan penampilan Gary Oldman tidak mendapatkan porsi sebesar penampilannya di film Batman sebelumnya dan Gordon Levitt cukup ‘standard’ memerankan opsir polisi.

Totally different superhero movie, totally recommended

Walaupun tidak menghadirkan jokes sebanyak film The Avengers dan dengan durasi super panjang yakni dua jam empat puluh lima menit, film ini jauh dari kata membosankan. Benar-benar cerita yang menekankan pada storyline yang penuh pemikiran, karakter yang luar biasa, ditambah dengan editing, dan sound dari Hans Zimmer, plus visual yang sangat eye-popping, film ini jelas menjadi film yang berbeda dan lengkap.

Trivia

  • Sebuah penembakan yang menewaskan sejumlah orang dan melukai puluhan orang terjadi dalam pertunjukkan midnight film ini, pihak Warner Bros pun mengurungkan niat dan menunda melaporkan laporan Box Office weekend sebagai langkah menghormati korban.
  • Anne Hathaway mengalahkan banyak artis kelas atas untuk memerankan Selina Kyle, termasuk Angelina Jolie, Charlize Theron, Jessica Biel dan Keira Knightley.
  • Christian Bale menolak kembali memerankan Batman jika Robin juga dilibatkan dalam film, Nolan pun menyetujuinya.

Quotes

Selina Kyle       :  You think this can last? There’s a storm coming, Mr. Wayne. You and your friends better batten down the hatches, because when it hits, you’re all gonna wonder how you ever thought you could live so large and leave so little for the rest of us.