Melissa McCarthy

Spy (2015) : “Burst Out Laughing” – Comedy with Game Cast, If Familiar, It’s Melissa McCarthy at Her Best

Director : Paul Feig

Writer : Paul Feig

Cast : Melissa McCarthy, Rose Byrne, Jason Statham, Jude Law, Allison Janney

(REVIEW) Melihat karir Melissa McCharty sepertinya memang sedikit aneh. Mulai dari mendapatkan nominasi Oscar pertamanya lewat peran pendukung di Bridesmaids (yang tak berujung sekuel), kemudian co-starring dengan bintang komedi sekelas Sandra Bullock (yang juga tak berujung sekuel), akhirnya comedian yang satu ini mendapatkan peran utama yang menyorot segala cahaya ke arahnya. Dan, dengan sutradara kesayangannya – Paul Feig, Spy menjadi showcase untuk bakat McCarthy untuk bisa ditempatkan secara pas – setelah beberapa film sia-sia seperti Identity Thief atau Tammy (yang walaupun lewat kualitas pas-pasan masih mengundang pundi-pundi uang, what a star !).

Bradley Fine (Jude Law) dengan segala pesonanya, berpakaian serba pas, layaknya ia seorang James Bond yang tak pernah di-casting berjalan melewati pintu dan mulai membuat distraksi sehingga ia berhadapan dengan gembong mafia yang menjadi satu-satunya orang yang mengetahui dimana ia menyembunyikan alat pengendali nuklirnya. (more…)

St. Vincent (2014) : Weepy Slacklining in The Balance, Thanks to Life Paperwork and Steady Performances

Director : Theodore Melfi

Writer : Theodore Melfi

Cast : Bill Murray, Melissa McCarthy, Naomi Watts

Naomi Watts : what am I supposed to do to sound like Russian prostitute ?

Director : You’ve heard Eva Green’s voice ?

(REVIEW) Yep, St adalah untuk SAINT ~ seseorang yang memegang dan melakukan kebaikanblablablabla. Pertama mendengar projek film ini yang terbayang adalah sebuah period piece bersetting di old Brooklyn, dan mungkin bisa menjadi tunggangan Mellisa McCarty untuk mengeluarkan kemampuan dramanya. Setengah salah, setengah benar. St. Vincent sesungguhnya merupakan komedi kontemporer ringan yang menebar kebaikan, terancam dengan banyak jebakan sentimentality dan predictability, tetapi mampu mengimbanginya dengan performances kuat dari casting yang tepat. Plus, karakter sentral yang kaya akan “it is what it is” life paperwork yang membawa Bill Murray pada spotlight film ini.

Terdapat ranah dalam film yang merupakan overused elements ketika film berubah menjadi predictable, atau cheesy, atau cliche, atau too many jump scare, atau saccharine of sentimentality, atau happy ending (whoops ! my tendency), atau manipulative tearjerker dan lain sebagainya. Satu kata tersebut terlabel dalam satu film : rusaklah susu sebelanga. Alternatif lain adalah memperlakukan elemen tersebut sebagai sebuah bejana yang tak akan berguna jika tak diisi. St. Vincent beruntungnya aware dengan ini, film ini memang bergerak pada arena familiar tetapi tahu benar batas-batasnya untuk tak keluar.

(more…)

The Heat (2013) : Another Summer R-Rated Comedy, Another (Female) Buddy Cops

Director : Paul Feig

Writer : Katie Dippold

Cast : Sandra Bullock, Melissa McCarthy, Demian Bichir

About

It’s a big year for Melissa McCharty and Sandra Bullock. Ratu komedian baru yang karirnya berubah setelah Bridesmaids ini menelurkan dua buah film komedi yang sukses di pasaran dengan pendapatan melebihi dari 100 juta dollar untuk perolehan domestik, sebut saja Identity Thief dan film yang satu ini. Berbeda lagi dengan rekannya, setelah mencetak tahun terbesar dalam karirnya lewat duo film komedi dan drama, The Blind Side dan The Proposal, dan juga menyabet Oscar, Sandra Bullock sepertinya akan mengulang sejarah yang sama, paling tidak salah satu film yang paling diantisipasi di tahun 2013, Gravity, karya Alfonso Cuaron memberinya kesempatan untuk dinominasikan kembali dalam ajang Oscar di tahun 2014 nanti.

Beberapa film memang diibaratkan seperti career-changer, tidak hanya bagi para aktrisnya, sang sutradara Paul Feig, yang biasanya menangani tv series, kembali re-unite dengan bintang Bridesmaids Mellisa McCharty dan merangkul Sandra Bullock masing-masing sebagai foul mouthed police officer dan juga FBI officer. Keduannya yang memiliki perbedaan karakter harus saling bekerjasama untuk menangkap gembong narkoba di kota Boston yang kejam.

Film ini menjadi salah satu film paling sukses di summer 2013, disandingkan dengan We’re The Millers, sama-sama mempunyai predikat rating R dan juga sama-sama “mungkin” akan dibuat sekuel lanjutannya.

“Thanks to two its leading role.”

Buddy cop memang sepertinya sudah menjadi genre tersendiri, jika tahun lalu kita dibuat ngakak dengan 21 Jump Street (yang akan dibuat sekuelnya), kali ini The Heat menyajikan cerita yang sama, dua orang polisi yang sama-sama berbeda karakter namun harus saling bekerjasama.

Tidak dipungkiri jika sisi sentuhan tv series memang terpoles dalam film yang satu ini mengingat keterlibatan dari sutradara dan juga screenwriternya, terkadang membuat film ini hanyalah komedi biasa yang generic. Beruntunglah predikat rating, menyelamatkan film ini sehingga jokes yang dilontarkan pun tidak setengah-setengah.

Melissa McCharty memerankan Mullins yang mewakili sisi pschycotic seorang polisi dengan sumpah serapah disana-sini. Untunglah banyaknya “fuck” tersebut disandingkan dengan line dialog yang banyak kena sasaran. Beberapa moment pendalaman karakter sebagai polisi ugal-ugalan berhasil McCharty kombinasikan dengan sisi “sedikit” dramatis tentang kepeduliannya terhadap keluarga. I hope she’ll get more dramatic roles in futures. Film ini memang lebih banyak membuka kesempatan untuk “sedikit” pendalaman karakter untuk McCharty dibandingkan dengan karakter untuk Bullock.

Berbeda lagi dengan Sandra Bullock memerankan Ashburn, FBI officer yang pintar dan memberikan ancaman terhadap banyak peers prianya, sepertinya sama sekali tidak mengalami kesulitan (yep, mengingat banyak film komedi yang ia bintangi), namun disandingkan dengan Melissa McCharty yang justru lebih “pure comedian” membuatnya ia tidak tenggelam, dan keduannya bisa bekerjasama.

Sisi positive yang lain, THANK GOD, tidak ada substory yang berbau romance disini.

Berbicara tentang plot, terkesan predictable, dengan banyak sisi yang mengingatkan kita akan banyak film serupa. Bagaimana mereka melacak gembong narkoba, bagaimana twistnya, bahkan scene mobil Ashburn diledakkan mengingatkan pada salah satu film (gue lupa ???), juga saat Ashburn menembak “itu” penjahatnya, sepertinya dari segi cerita memang sangat jauh dari kata originalitas. Mengingat ini adalah female buddy cop, yang bisa dikatakan cukup jarang, porsi action bisa dikatakan sangat kurang, dan bisa dikatakan sangat setengah-setengah jika memang ada. Jika 21 Jump Street juga mampu memberikan “full action” disertai dengan ledakan-ledakan hebat, tidak kita jumpai di film The Heat.

The Heat memang tidak menawarkan sesuatu yang baru, untuk genre komedi, bahkan untuk subgenre (???) buddy cop, namun easy chemistry antara kedua bintangnya cukup membuat film ini sangat mudah untuk diminati dalam durasinya yang cukup banyak, yaitu 2 jam, walaupun penonton juga harus berhadapan dengan screenplay yang sangat lemah dari segi alur cerita.

Please, if there will be a sequel, at least a new screenwriter.

Trivia

Ben Falcone, suami Melissa McCharty bercameo disini. Selanjutnya Ben Falcone juga akan men-direct istrinya pada judul film Tammy.

Quote

Mullins:  I’ll shut the door on you. You lay down here and put your head in the door. And I’ll slam it about 157,000 times.