Ryan Gosling

Lost River (2015) : Vivid Visuals, Interesting Ideas, yet Heavy Handed Direction Contrives It to Flow

Director : Ryan Gosling

Writer : Ryan Gosling

Cast : Christina Hendricks, Iain De Caestecker, Matt Smith. Ben Mendelsohn, Saoirse Ronan

(REVIEW) How to Catch a Monster, itulah judul film ini sebelumnya, mendapatkan booing di Cannes dan menghilang. Lost River menjadi begitu menarik karena tangan kreatif di belakangnya adalah aktor yang cukup memiliki kredibilitas di generasinya, Ryan Gosling. Dan setelah terakhir kali membintangi film Only God Forgives yang mendapatkan reaksi terpolar, Lost River menghadapi muara yang sama.

Jika melihat poster sekilas film ini, yah jangan dibuat berpikir ini adalah sekuel dari Only God Forgives, namun pengaruh Nicholas Wind Refn begitu kuat dalam setiap warna, setiap violence, dan surealisme yang dihadirkan Gosling yang memegang penuh kontrol di penyutradaraan dan penulisan. Cerita berat ? Hmmm, sebenarnya tidak. Dibanding sebagai sutradara yang masih terlihat mengawang, Gosling lebih menarik sebagai seorang screenwriter yang ternyata memiliki banyak ide-ide besar menggabungkan drama dan fantasy dengan banyak karakter, banyak subplot, namun tak begitu convoluted. He got talents. Sayangnya untuk menjembatani ide ini untuk tidak hanya tersampaikan, namun juga merasuk ke dalam penonton sepertinya masih merupakan perjalanan panjang bagi Gosling.

(more…)

Advertisements

The Place Beyond The Pines (2013) : Fate – Life Journey Between Motorcycle Stunt and Rookie Cop

Director : Derek Cianfrance

Writer : Ben Coccio, Derek Cianfrance

Cast : Ryan Gosling, Bradley CooperEva Mendes, Dane DeHaan

About

Setelah sukses dengan drama romantis (??) sekaligus depresif-nya Blue Valentine, director Derek Cianfrance kembali bergabung dengan bintangnya, Ryan Gosling. Masih menggunakan loncatan waktu pada storyline-nya, The Place Beyond Pines menambahkan perbedaan perspektif pada filmnya. Film ini secara garis besar, (bisa dikatakan) terbagi atas 3 segmen yang saling tergabung dan berhubungan, dan mengambil tagline “One moment can change your life.”

Luke

Luke (Ryan Gosling) adalah primadona sebagai pengendara motor untuk sebuah acara sirkus, yep bisa dikatakan motorcycle stunt. Suatu malam pertunjukan, mantan pacarnya mengunjunginya, Romina (Eva Mendes) dan membuatnya mengantarkan sampai rumahnya. Tidak disangka, di kunjungannya di lain hari, ia mengetahui bahwa Romina telah mempunyai anak yang merupakan buah hatinya dan tinggal bersama pria lain. Ingin memberikan yang terbaik untuk Romina dan anaknya, Luke mau melakukan apa saja demi mendapatkan uang, termasuk merampok bank-bank lokal dengan kemampuan bermotornya.

Avery Cross

Seorang polisi dan ayah muda, Avery Cross (Bradley Cooper) tiba-tiba pamornya naik ketika ia menyelesaikan sebuah kasus dengan kontroversial. Orang-orang disekitarnya menganggapnya sebagai seorang pahlawan walaupun ia tahu ia melakukan kesalahan fatal dalam melakukan kasus tersebut. Ia ingin keluar dari situasi tersebut namun teman-teman sejawatnya ternyata menyimpan modus yang tidak kalah corrupt di instansi ia bekerja.

Jason & A.J

Dua pemuda sedang menjalani masa remaja mereka, Jason (Dane DeHaan) dan A&J (Emory Cohen). Keduannya memiliki masa lalu yang berkaitan walaupun keduannya belum mengetahuinya. Ketika banyak perkelahian remaja menimpa diantara mereka berdua, Jason mengetahui masa lalu keluarga A&J yang ternyata merubah hidupnya selama ini, dan bersiap melakukan balas dendam.

WOW ! What a story !

Dirlis pada bulan April, film ini menjadi (banyak yang menganggap) salah satu contender yang akan menembus Oscars. Yeah, I hope so !

“This movie is shining though all of (kind of ) segments. Definitely, it owes to guge talented and well choosen cast, and no matter what is it about of Derek Cianfrance movie is, it’s always flowing to watch. Even if it’s about depressing story.”

Seperti halnya Blue Valentine, The Place Beyond The Pines menghadirkan cerita yang sebenarnya cukup depresif. Jika Blue Valentine hanya menyajikan dua perspektif dari relationship dari dua orang saja, The Place Beyond The Pines menghadirkan multiple character dengan banyak perspektif dan efek satu karakter ke karakter yang lainnya. Film dengan durasi lebih dari dua jam ini, terasa dinamik karena diperkokoh dengan masing-masing segmen dengan cast yang mumpuni, seperti Ryan Gosling yang merupakan aktor sempurna untuk film ini (kita seperti melihatnya di film Drive, namun kali ini dengan menggunakan sepeda motor). Ryan Gosling mampu menghadirkan seorang pemuda dengan penampilan menyeramkan namun mempunyai hati yang besar. Melihat Bradley Cooper seakan-akan melihatnya sebagai Pat di Silver Linings Playbook, sebuah karakter dengan dua sisi baik dan buruk dalam waktu bersamaan, sedangkan Dane DeHaan terbukti memberikan sebuah performance yang cukup vulnerable di usiannya yang masih muda.

Melihat The Place Beyond The Pines tidak akan merasa bosan, karena storyline bisa berubah seratus delapan puluh derajat tanpa kehilangan pesona dari para bintangnya, walaupun tentu saja bagian cerita yang terdapat Ryan Gosling memang paling memukau, breathtaking untuk sepanjang film, dan membuat kita berbisik, “This director must be kidding me ?”

Walaupun tidak memberikan pemahaman sedalam Blue Valentine tentang arti sesuatu (pada hal ini relationship), namun The Place Beyond The Pines merupakan gambaran yang luas tentang kehidupan bagaimana satu fragment kehidupan yang satu akan mempengaruhi segmen kehidupan yang lain.

So, well done for bringing such distinctive story !

Trivia

Ryan Gosling menyarakankan Eva Mendes untuk di-cast sebagai Romina (They’re real couple in real life, right ?)

Quote

Robin                    : If you ride like lightning, you’re going to crash like thunder.

Gangster Squad (2013) : A Squad is Trying to Fight The King of LA

Sutradara : Ruben Fleischer

Penulis : Will Beall

Pemain :  Sean Penn, Josh Brolin, Ryan Gosling,  Emma Stone

Tagline : No Names. No Badge. No Mercy

“Pretty good ensemble cast isn’t a guarantee to make this bam-bam-bam script works.”

About

Sebuah penembakan di pemutaran midnight film The Dark Knight Rises dan sebuah kebetulan film ini yang menyertakan scene penembakan di bioskop lewat trailernya, membuat film ini harus diundur sampai tahun ini untuk melakukan re-shoot. Sangat kecewa memang, namun mengingat ensemble cast yang terlibat dalam film ini meliputi beberapa pemain kawakan seperti Sean Penn, Josh Brolin, Nick Nolte, Ryan Goling ditambah rising superstar yang memerankan femme fatale, Emma Stone, film ini layak menjadi salah satu film yang paling dinantikan di tahun 2013. Disutradari pula oleh sutradara yang secara sangat kreatif menggarap tema zombie lewat Zombieland, dan sempat terpeleset lewat 30 Minutes or Less, Ruben Fleischer siap menyajikan film gangster yang sarat akan adegan violence dan bam, bam, bam !

Ketika Los Angeles dikuasai oleh Mickey Cohen (Sean Penn), seorang pemimpin gangster yang kejam, dan membuat fungsi polisi menjadi lumpuh, seorang John O’Mara (Josh Brolin) berhasil menarik perhatian Chief Parker (Nick Nolte) untuk membentuk suatu squad untuk mengacaukan kegiatan operasi dari sang gembong mafia. O’Mara pun kemudian merekrut beberapa orang untuk melancarkan tugas yang tidak hanya membahayakan mereka saja, namun juga keluarga dari masing-masing anggota. Salah satu anggotanya adalah Jerry (Ryan Gosling), seorang polisi yang mempunyai affair dengan Grace Faraday (Emma Stone) yang notabene adalah wanita dari Mickey. Apakah operasi No Names No Badge No Mercy tersebut akan meruntuhkan kekuasaan sang ketua gangster ?

It’s like too many shortcuts in the storyline, so it seems too shallow.

Film ini diawali dengan adegan intens kekejaman Cohen dan aksi tunggal O’Mara yang bisa dikatakan berhasil. Seiring berjalannya film, jalan cerita terkesan dibuat ‘solusi mudah’ sehingga seperti tercipta banyaknya shortcut-shortcut jalan cerita yang membuat penonton kurang merasa ikut dalam cerita. Kisah cinta Faraday  dan Jerry pun dirasa kurang ada penetrasi yang mumpuni untuk menjadikan kisah cinta mereka memorable di film. Kegiatan operasi dari “Gangster Squad” pun dibuat tanpa rencana dan arah yang jelas sehingga seakan-akan mereka hanya menunggu untuk terbuka semua kedok mereka oleh Cohen, tidak ada intrik, tidak ada sesuatu yang mampu memicu pikiran penonton untuk ikut terlibat. Adegan final, termasuk adegan Cohen vs. O’Mara, yang diharapkan lebih breathtaking pun hanya lewat begitu saja, tanpa emosi, just bam-bam-bam and that’s it.

Ekspektasi adalah masalah yang menjadikan film ini kurang berhasil. Ketika penonton disajikan pemin watak seperti Sean Penn, Josh Brolin bahkan Ryan Gosling, ekspektasi yang tercipta adalah sebuah film drama criminal tentang gangster yang penuh dengan pemikiran dan digarap dengan lebih dalam. Semua itu tidak ada. Dengan ensemble cast yang beitu memukau hanya Ryan Gosling yang berhasil mencuri perhatian dengan aksen gaya bicaranya yang akan sedikit mengingatkan kita pada gaya bicara Hoffman di film Capote, namun karakter Gosling ini terus memudar dengan seiring berjalannya film. Sean Penn, sang Mickey Cohen, hanya cukup menyajikan karakter ketua gangster yang sangat tipikal dan sering kita jumpai.  Sangat disayangkan, sebuah cast yang sebenarnya sudah dipilih dengan benar namun kurang dapat dimaksimalkan dengan baik.

Trivia

Sean Penn dan Josh Brolin pernah berlawanan dalam film Milk. Emma Stone dan Ryan Gosling pernah menjadi pasangan kekasih dalam film Crazy Stupid Love.

Quote

John O’Mara : Every  man carry a badge and this is my badge.