Seth Rogen

Neighbors (2014) : Boring Tummy, Menacing Sixpack and Stealer Breasts Assembled and Refused to “Keep It Down”

Director : Nicholas Stoller

Writer : Andrew J. Cohen, Brendan O’Brien

Cast : Seth Rogen, Rose Byrne, Zac EfronDave FrancoChristopher Mintz-Plasse

For Rose Byrne ? I am eternally grateful for it.

(REVIEW) Mungkin jika ada impersonation-meter, film ini akan menembus 100% keefektifan, sebut saja Anne Hathaway, Julia Child, Barrack Obama, Ray Romano (who the fuck is he ?), Taxi Driver’s Robert DeNiro, Meet The Focker’s Robert DeNiro (I’m watching you, REPEAT, I’m watching you), Michael Keaton’s Batman, sampai Christian Bale’s Batman semuanya sukses ditirukan. Impersonationmemang begitu tipikal untuk film dengan gen Judd Apatow di dalamnya. Tapi paling tidak, lewat jurus yang kurang lebih sama, Neighbours sedikit mengobati kekecewaan dari komedi-komedi semacamnya yang sedang mengalami fase mediocrity (I’m talking about movies with Paul Rudd in leading role like Admission used as its title, what the hell, right ?).

Jika waktu bisa diputar kembali (baca : This is 40 didn’t exist), Knocked Up tidak memerlukan sebuah spin off yang tak perlu. Neighbour adalah jawabannya, this is kind of its sequel, dengan Seth Rogen masih menjadi karakter yang sama. Mac (Seth Rogen) dan Kelly (Rose Byrne), pasangan yang baru saja dikaruniai seorang bayi, merasa masa muda mereka telah selesai, digantikan dengan kehidupan Mac sebagai karyawan yang membosankan, dan Kelly yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga. Ketika keduanya dalam fase adaptasi, sebuah fraternity (Zack Efron, Dave Franco, Christopher Mintz-Plasse) pindah tepat di samping rumah siap membawa pesta terakhir terbesar dalam hidup mereka.

(more…)

Advertisements

This Is The End (2013) : Apocalypse Comes to “We Will Never Take Anything Seriously” Kind of Guys

Director : Evan GoldbergSeth Rogen

Writer : Evan GoldbergSeth Rogen

Cast : Seth Rogen, James FrancoJonah Hill, Jay Baruchel, Danny McBride, Craig Robinson, Michael Cera, Emma Watson, and A LOT MORE !!

About

Tema kiamat memang sepertinya sedang naik daun, tidak hanya dikemas dalam genre sci-fi namun film dengan tema ini mulai merambah genre komedi, sebut saja untuk dua tahun terakhir, berapa film komedi yang mengambil tema “kiamat” sebagai sumber ceritanya, yang paling terakhir mungkin The World’s End, besutan dari sutradara Edgar Wright yang melengkapi triloginya dengan Nick Frost dan Simon Pegg. Salah satu film dengan cerita yang sama yang paling diantisipasi di summer 2013 adalah This Is The End, yang merupakan besutan dari komedian Seth Rogen dan juga Evan Goldberg. Banyak alasan mengapa film ini memang layak untuk ditunggu,

–          Pertama, akan banyak cameo dari para artis Holywood seperti Rihanna, Mindy Kaling, Jason Segel, Aziz Ansari, dan banyak lagi.

–          Kedua, cameo dan pemain utamanya, tidak lain dan tidak bukan akan memerankan diri mereka sendiri.

–          Ketiga, ngeliat para artis ini terbunuh dengan cara yang sadis ? Hmm, kapan lagi.

–          Keempat, Emma Watson.

Film ini kembali diputar di Amerika dan pada minggu ini berhasil mencapai 100 juta dollar Amerika. Wew !

This Is The End (hold your breath and count to ten, #eh) bercerita tentang Jay Baruchel (berperan sebagai Jay Baruchel) dan Seth Rogen (berperan sebagai Seth Rogen, okay, I’m gonna stop this) yang sedang mengunjungi pesta di rumah James Franco yang juga dihadiri oleh para artis temannya, termasuk Craig Robinson, Jonah Hill, Emma Watson, dan juga yang sebenarnya tidak diundang, Danny McBride. Ditengah pesta, tiba-tiba sebuah gempa bumi membelah tanah mengguncang dan sebuah sinar biru menghantam beberapa orang kemudian menarik mereka keatas langit. Di tengah kacaunya pesta, semua selebritis lari menyelamatkan diri mereka, hingga tersisa mereka berlima (udah gue sebutin) di rumah James Franco yang layaknya kastil. Tentu saja, dengan makanan, waktu dan konflik personal diantara mereka, mereka harus siap menghadapi apocalypse. Hmm, kurang heboh, APOCALYPSE !!!!!! AAAAAARRRRRRRGGGGGGHHHHHHH!

“Jonah Hill possesed like in The Exorcist, Michael Cera is killed like in The Final Destination, Pineapple Express’ reunion. Fresh jokes, what else do you want ? This meta is quite funny fucked up.”

Okay tentu saja dengan banyaknya aktor (yang kebanyakan main komedi) dan kaliber berimprovisasi mereka, film ini tentu saja menghadirkan sebuah sajian komedi yang memang bergenre komedi. Namun salah satu aspek yang mengejutkan adalah walaupun mereka semua memainkan peran fiktif dari diri mereka sendiri, penokohan untuk masing-masing karakter tidak kalah kuat, seperti bagaimana Jonah Hill kemudian berperan seperti gay, atau Danny McBride yang berperan sebagai “motherfucker” dengan mukanya yang begitu mengesalkan, atau bagaimana Craig Robinson menjadi karakter yang paling “baik” diantara semua. Ketika mereka dikumpulkan, kemudian saling berinteraksi, mereka tidak menjadi satu karakter komedian, namun malah menjadi masing-masing karakter kuat yang komedian, dan semua karakter terlihat berbeda. Jokes yang tidak didapatkan pada film meta ini adalah bagaimana mereka melontarkan jokes yang terkadang bersifat “self-mockery” yang menjadi sangat lucu, seperti Jonah Hill yang menjadi Oscar-guy, The Green Hornet film dari Seth Rogen pun dibahas, 1(27 Hours) dari James Franco pun dibahas.

Dengan kekacauan yang mengambil tema kiamat, dan juga mengkaitkannya dengan bible, memang pada titik tertentu film ini agak sedikit “cross the line” (walaupun memang komedi), mengambil sisi relijius yang dibecanda’in (ibaratnya begitu), namun hanya part-part itulah yang sedikit membuat ketidaknyamanan.

Film ini juga menghadirkan sisi “slasher” walaupun porsinya tidak terlalu banyak, namun efektif, seperti (di trailer juga ada) bagaimana cocky Michael Cera terbunuh dalam film ini menjadi salah satu komponen worth it kenapa film ini wajib ditonton. Komponen meta banyak terlihat, salah satunya ketika scene bagaimana Jonah Hill mencoba di-exorcism oleh Jay Baruchel, itu benar-benar epic.

Pada paruh pertama, film ini terlihat solid walaupun sedikit menurun pada bagian paruh kedua, namun semuannya itu sama sekali tidak akan membosankan. Dengan visual effect yang tidak begitu sempurna, film ini menjadi salah satu film terlucu di tahun 2013.

Film ini juga menghadirkan ending “terfavorit” setelah ending dari 40 Years Old Virgin, yang segar, norak namun tetap menghibur. Believe it or not, there will be Backstreet Boyz.

You know you have to trust all of this guys WILL NEVER take apocalypse SERIOUSLY.

Trivia

Peran untuk Emma Watson sebenarnya disiapkan untuk Mila Kunis. Mila Kunis juga pernah berperan sebagai pasangan James Franco di Date Night, pasangan Jason Segel di Forgetting Sarah Marshal. Yep, memang untuk peran Emma Watson, Emma sedikit “too good to be party-girl” disini. Miscast ???

Quote

Danny McBride : Hermione just stole all of our shit.

The Guilt Trip (2012) : Unexpected Cross-Country Voyage Tests Mother-Son Relationship

Director : Anne Fletcher

Writer : Dan Fogelman

Cast : Barbra StreisandSeth Rogen, Colin Hanks

About

The Guilt Trip adalah film komedi yang membawa kembali Barbra Streisand menjadi leading lady dalam feature film. Ia disandingkan oleh seorang sutradara yang mengawali karirnya sebagai seorang dancer, kemudian koreografer dan kemudian menjadi sutradara. Yah, dia adalah Anne Fletcher. Setelah ia berhasil menyukseskan menyatukan Jenna Dewan dan Channing Tatum di Step Up, atau berhasil mendaratkan Katherine Heigl pada formulaic role-nya di 27 Dresses, atau mungkin the huge big hit dari The Proposal di tahun 2009, The Guilt Trip memang menjadi film yang cukup ditunggu di tahun 2012 yang lalu.

The Guilt Trip berusaha mengeksplor hubungan ibu dan anak antara Andrew Brewster (Seth Rogen) dan Joyce Brewster (Barbra Streisand) lewat sebuah perjalanan road trip selama satu minggu. Andrew yang seorang scientist yang sedang berusaha menawarkan produknya dari satu perusahaan ke perusahaan lain mempunyai rencana untuk menyatukan kembali ibunya dengan cinta masa mudanya. Namun, apakah ia berhasil sementara ternyata ada masalah tersembunyi diantara mereka berdua ?

Film ini merupakan salah satu kekecewaan di tahun 2012, bukan hanya dari segi box office yang hanya menyisakan satu juta dollar dari budgetnya, namun juga dari tidak adanya pengakuan pada akting Barbra Streisand, termasuk pada ajang Golden Globe, bahkan malahan Streisand masuk pada jajaran nominasi aktris terburuk di Golden Raspberry.

“Like others Fletcher’s movies, this mother-son relationship based story is generic, but enjoyable though it brings more flat-ness than laugh.”

Sebuah film komedi memang seharusnya membuat penonton tertawa, atau paling tidak tersenyum atau paling tidak menghibur. Nah, pada tahapan itu, The Guilt Trip hanya mencapai level menghibur. Tidak seperti karya Fletcher yang lain, yang walaupun semuanya mempunyai persamaan dari segi cerita yang sangat mudah ditebak, namun biasanya film Fletcher memberikan satu guilt trip yang membuat penonton tertawa. Namun tidak dengan The Guilt Trip yang satu ini, tidak adanya jokes yang membuat penonton tertawa, tidak dapat menyelamatkan film ini dari sebuah kekecewaan penonton.

Dari awal film, sebenarnya film ini mempunyai rythm yang cukup enak diikuti, walaupun cerita road trip yang sebenarnya bisa sangat luas dieksplor hanya mengambil setting mobil-restoran-perusahaan-hotel-mobil-restoran-perusahaan-hotel. Akting Streissand sendiri juga tidak terlalu buruk sebagai seorang ibu yang “over-protective” terhadap anaknya (And when she’s angry, she nails it). Dengan akting Seth Rogen yang tidak ada perbedaanya dengan kualitas aktingnya di film lain (padahal sebenarnya ia sedikit lebih gila, peran Andy Brewster yang flat benar-benar membuatnya tidak dapat mengeksplor), terkadang ada moment-moment yang manis yang tercipta dari hubungan ibu dan anak ini. Paling tidak, mereka bisa meyakinkan penonton bahwa mereka adalah pasangan Ibu dan anak.

Memang kesalahan dari film ini adalah mengambil jalan cerita yang terlalu aman dan tidak berani gila. Jika saja mengambil banyak moment seperti saat Streissand makan steak seberat anjing pudel, mungkin hasil akhir film ini akan lain. Sementara, untuk sebuah road trip yang banyak mengambil setting di mobil benar-benar hanya memungkinkan kekuatan dari dialog yang tidak akan membosankan penonton, hanya saja the dialogue in the script is not strong enough.

Trivia

Karya Anne Fletcher sebagai sutradara dengan gross box office terendah.

Quote

Joyce : If all the kids in the world were lined up and I was to pick one kid for myself Andy, it will always be you.

Andy Brewster: I wouldn’t let you pick anyone else mom.

The 40 Year Old Virgin (2005) : Pressure for The Guy Who’s Never Done The Deed

Director : Judd Apatow

Writer : Judd Apatow

Cast :  Steve CarellCatherine Keener, Seth Rogen, Paul Rudd, Romany Malco, Elizabeth Banks

About

Judd Apatow, seorang sutradara, produser, juga penulis dan suami dari aktris cantik, Leslie Mann. Karirnya memang tidak jauh dengan genre film komedi dengan bintang-bintang yang selalu jadi andalan. Sebut saja Leslie Mann (tentu saja), Steve Carell, Seth Rogen, Paul Rudd, Jonah Hill, Kristen Wiig, Jason Segel, dan lain-lain. Aktor-aktor yang digandeng oleh Judd Apatow, baik dia selaku sutradara atau hanya produser, terbukti memang menjelma menjadi leading actor dan leading actress yang bisa dikatakan sukses. Salah satunya adalah aktor Steve Carell, walaupun dia kebanyakan memainkan film dengan karakter yang nyaris sama (I gotta say, he’s Jennifer Aniston in male version), tapi banyak peran utama yang telah ia mainkan. Sebut saja yang paling baru, The Incredible Burt Wondertone, atau sebagai Dodge laki-laki yang ditinggal pasangannya di Seeking A Friend for The End of The World, atau sebagai Cal Weaver laki-laki yang ditinggal pasangaannya (lagi) di komedi Crazy Stupid Love. Melihat aktor ini, kita pasti kurang akan mengingat peran kecilnya di komedi Anchorman atau Bruce Almighty.

Film The 40 Year Old Virgin inilah yang menjadi milestone penting dalam perjalanan Steve Carell, bercerita dengan premis yang umum dan sederhana namun juga tabu untuk dibahas. The 40 Year Old Virgin (sebenarnya dari judu filmnya juga sudah ketahuan) menceritakan Andy yang tidak kunjung melakukan intercourse di umurnya yang menginjak kepala empat. Ketika “aibnya” ini diketahui teman sekerjanya (Paul Rudd, Seth Rogen, Romany Malco), mereka langsung mencari segala cara untuk melepaskan keperjakaan sang Andy. Ketika Andy bertemu Trish (Catherine Keener), seorang janda dengan banyak anak dan juga cucu, apakah Trish bisa menerima Andy yang seorang virgin ???

“Oh please somebody, help him ! because he’s doing ridiculous moments, again and again.”

Scene saat Andy di body waxing itu benar-benar EPIC !!! Scene saat Paul Rudd dan Seth Rogen bermain “You Know How I Know You’re Gay” itu juga benar-benar EPIC !!! Scene saat bermain dengan Magnum (Magnum is condom, I don’t know it is a type, product specification, or brand, or whatever) itu benar-benar raja dari segala EPIC. Adegan antara Steve Carell dan Elizabeth Banks as a crazy and sex addicted girl itu benar-benar EPIC !! (I don’t know why I keep saying EPIC, I don’t even know what it means). Film ini secara terus-terusan menampilkan scene-scene yang benar-benar mengocok perut dari awal sampai akhir. Ibarat sebuah permen, film ini adalah film dengan banyak rasa dari tiap adegannya, rasa charming dan sweet dari leading couple-nya, belum lagi nasty and “a little bit of dirty” dari topik sexnya, juga jokes-jokes segar yang keluar dari mulut para castnya yang memang talented gila.

Dari sebuah cerita yang sederhana dan tidak perlu macam-macam, ternyata Judd Apatow yang juga merupakan screenwriter mampu menggali segala sisi dan kemudian menambahkannya dengan jokes yang selayaknya di film komedi, kemudian dipertunjukkan oleh para aktor- aktris dengan improvisasi sana-sini, film menjadi film yang rekomendasi bagi penyuka film komedi.

Di sisi lain, dengan scope cerita yang sudah ketahuan dan terkesan sempit, durasi dari film ini menjadi sedikit kepanjangan karena hanya membahas yang itu-itu saja. Andy mencoba melepas keperjakaannya kemudian gagal, Andy mencoba melepaskan keperjakannya kemudian gagal lagi, ya begitulah tapi dengan jokes sebanyak ituuuuu, this movie is not too long for me, not for me.

Film ini kemudian ditutup dengan sebuah adegan menari dan menyanyi semua cast yang NORAK, tapi keren dan bakalan memorable banget.

Trivia

Adegan body waxing untuk menghilangkan bulu dada Andy (his nipple included) benar-benar dilakukan secara real oleh Steve Carell. What a painful scene !!!!

Quote

David: You know how I know you’re gay ?

Cal: How? Cause you’re gay ? And you can tell who other gay people are?

David: You know how I know you’re gay ?

Cal: How ?

David: You like Coldplay.