Hugh Jackman

Chappie (2015) : Blomkamp’s Imperfect World of Science Fiction Injected with Robotic Human Nature

Director : Neill Blomkamp

Cast : Neill BlomkampTerri Tatchell

Writer : Sharlto CopleyDev PatelHugh Jackman

(REVIEW) So how’s Chappie ? Film yang mendapatkan embargo selalu meninggalkan kesan tak begitu baik bahkan sebelum film diputar. Dan dengan catatan Elysium – yang mendapatkan predikat “Yeah, it’s bad that bad”-movie, kurungan embargo ini sama sekali tak membantu. Namun, sekali lagi film yang disutradarai orang yang melejit lewat District 9-nya ini layak mendapatkan kesempatan, walaupun akhirnya Chappie akan kembali mengulang kesalahan yang sama : sebuah dunia yang tak sempurna dari Neil Bloomkamp.

Setelah menguak keberadaannya ke radar dari District 9 – for better and worse – Neil Bloomkamp diakui menjadi filmmaker yang “sedikit” berbeda dengan menggunakan kanvas science fiction dan menyuntikkan beberapa isu/alegori sosial yang membuat film-nya tak akan memilki definisi “dangkal”. Dan kali ini, ia kembali mengusungnya lewat tema “humanity” yang berada dalam tubuh titanium sebuah robot. Sebuah pesan yang tak akan asing dan fresh lagi, dan ya ! akan muncul “human is bad, robot is good”-blablablablaweknewthatalready.

(more…)

Advertisements

Movie 43 (2013) : Interconnected Short Segments of “You Won’t Believe They Did This Movie”

Director : Hmm, a lot of directors.

Writer : Hmm, a lot of writers too.

Cast : Hmm, a lot of actresses and actors too, but you know ‘em basically.

About

Visi, membuat sebuah film omnibus yang offensive dengan kekuatan seperti ; adult themes, yep ! hard language, yep ! sexually oriented, yep ! violence, a little bit !

Misi, menggandeng beberapa sutradara dan artis-artis Hollywood, mulai dari A list sampai mengkin no-list, mulai dari peraih Oscars sampai pemain Scary Movie. Itulah Movie 43, sebuah projek tentang black comedy yang beberapa kali ditolak oleh kebanyakan studio dan mengalami filming selama beberapa tahun.

Paling tidak terdapat 14 segmen cerita yang saling terhubung, diantaranya adalah,

The Catch, bercerita tentang Beth (Kate Winslet) yang sedang dating dengan Davis (Hugh Jackman) yang ternyata berubah awkward ketika Davis mempunyai kantong zakar di tenggorokannya. Eww !

Homeschooled, this is so creepy, ketika Samantha (Naomi Watts) dan Robert (Liev Schreiber) melakukan tindakan yang lebih terkesan “asusila” kepada anak mereka yang sedang homeschooling.

The Proposition, Julie (Anna Faris) dan Doug (Chris Pratt) adalah pasangan aneh. Mengapa ? Mau tahu ? Okay, karena Julie wants Doug to poop on her. Okay, now you don’t want to know.

Veronica (Emma Stone) bertemu dengan Neil (Kieran Culkin), mantan pacarnya, yang secara tidak sengaja mengobrol jorok di sebuah grocery store dan ternyata mic menyala membuat semua orang mendengar obrolan mereka.

iBabe, seorang boss (Richard Gere) sedang berdebat dengan Arlene (Kate Bosworth) tentang iBabe, cewek bugil yang dianalogikan sebagai mp3. Weird enough ?

Super Hero Speed Dating, Robin (Justin Long), Batman (Jason Sudeikis), Lois Lane (Uma Thurman), Kristen Bell (Super Bell) sedang di biro jodoh.

Middleschool Date, Amanda (Chloe Grace Moretz) sedang panik karena dapat haid pertamanya di kencannya. Elizabeth Banks here is the director.

Wait, I am tired.

Happy Birthday, Leprechaun (Gerard Butler) tertangkap oleh Sean William Scott sebagai hadiah ulang tahunnya.

Truth or Dare, Emily (Halle Berry) dan Donald (Stephen Merchant) bermain truth or dare yang semakin extreme dan extreme di blind date mereka. You’ll definitely see the Berry’s boobs.

Victory’s Glory, Coach Jackson (Terrence Howard) sedang memotivasi tim basketnya dengan cara yang sangat rasis.

Beezel, Amy (Elizabeth Banks) melawan kucing kesayangan Anson (Josh Duhamel) untuk mendapatkan perhatian Anson sendiri, pacarnya.

“It’s better stay hidden, and if you see it, you’re gonna ask, “what’s in their goddamn head (actresses and actors) when they sign on this project.”

Membuat omnibus memang tidak mudah, dengan waktu yang relatif sedikit bagaimana seorang filmmaker harus dapat mengefisienkan waktunya untuk mendapatkan perhatian penonton. Beruntung jika mereka mempunyai 15 atau 20 menit, tapi di film ini, dengan banyaknya segmen, mungkin mereka hanya mendapatkan waktu durasi sekitar 5 atau 7 menit. Dan, hasilnya adalah (almost) disaster. Dengan bintang berkelas seperti Winslet, atau Jackman, film ini sebenarnya punya resource yang cukup untuk menggali talent yang ada. Namun tidak, hampir semua aktor aktris disini semuannya terpuruk dari segi tema yang terkadang terlalu menjijikan untuk ditonton.

Film dibuka dengan segmen Winslet dan Jackman yang sebenarnya tetap menarik dengan melihat Winslet bermain sebuah komedi. Kemudian, parade pun mulai berdatangan, parade tema yang terlalu tidak jelas, mulai dari freaky family sampai poop on me theme. Sisanya yang lainnya, sama sekali tidak mengundang tawa. Segmen yang agak lumayan adalah Truth or Dare, Leprechaun, dan segmen yang memang sengaja ditaruh di akhir tentang kucing gila bernama Beezle.

Film ini memang penuh bintang, tapi sama sekali tidak menghibur. Namun, jika membayangkan sebuah kegiatan yang tidak mungkin dilakukan artis sekelas mereka, maka inilah filmnya. Let’s say it is just black part for their port-folio but they definitely deserve better.

Trivia

George Clooney menolak sebuah peran dan Richard Gere berusaha untuk keluar dari projek film ini.

Quote

Wonder Woman : Do you know what it’s like going to planned parenthood, by yourself, when you’re Wonder Woman ?

By the way, I can take disgusting quote, but I prefer this, because it is a decent quote which hardly you’ll find it in this movie.

Les Miserables (2012) : Story about Hope, Fight, Love and Dream

Sutradara : Tom Hooper

Penulis : Claude-Michel Schönberg, Victor Hugo, Alain Boublil, William Nicholson

Pemain : Hugh Jackman, Russell Crowe, Anne Hathaway, Amanda Seyfried, Sacha Baron Cohen, Helena Bonham Carter, Samantha Barks, Eddie Redmayne

“Full of emotions of some actors and actresses and at last one third of movie, I have to confess, it is frustrating and plain.”

About

Les Miserables, sebuah projek ambisius dari sutradara peraih Oscar untuk The King’s Speech dan berdasarkan novel Victor Hugo dengan judul yang sama. Film yang baru saja meraih delapan nominasi Oscars, termasuk Best Picture, Best Actor in Leading Role, dan Best Actress in Supporting Role.

Film yang telah menempuh perjalanan panjang sebelum menjadi sebuah film ini bercerita tentang seorang tawanan yang dipenjara hanya karena mencuri roti, Jean Valjean (Hugh Jackman), yang mendapatkan kesempatan untuk bebas walaupun harus merahasiakan identitas dan masa lalunya sementara musuh bebuyutannya, seorang polisi, Javert (Russel Crowe) yang terus memburunya. Beberapa tahun kemudian, Valjean telah menjadi walikota terpandang yang tanpa tahu dan tanpa sengaja memecat Fantine (Anne Hathaway), seorang Ibu dengan satu orang anak, Cossette yang ia titipkan pada pasangan Thenardier (Helena Bonham Carter dan Sacha Baron Cohen) yang secara terus menerus mengeksploitasi keberadaan Cosette. Tanpa pekerjaan dan dibelit oleh hutang, Fantine pun menjual segalanya, rambut, gigi, hingga menjadi pelacur. Ketika terjadi accident dengan tamunya, Fantine nyaris ditangkap Javert namun diselamatkan oleh Valjean. Secara hampir bersamaan, suatu kejadian memaksa Valjean untuk membuka identitas aslinya, yang berarti ia harus berhadapan kembali dengan Javert. Sebuah janji untuk merawat Cosette, Valjean berhasil membawa pergi dari pasangan Thenardier hingga ia dewasa. Cosette dewasa (Amanda Seyfried) mulai jatuh cinta dengan Marius (Eddie Redmayne), tanpa mereka ketahui Eponine (Samantha Barks) juga diam-diam menyukai Marius. Di tengah revolusi, mereka harus memperjuangkan mimpi, harapan, cinta, termasuk Valjean yang masih harus berhadapan dengan Javert.

Panjang memang ceritanya, novel aslinya bahkan terdiri dari 5 volume yang menyangkutkan semua karakter. Ditambah, film menjadi menarik karena hampir seluruhnya disampaikan secara musical.

Hathaway, Barks, Jackman, Redmayne are the best in the movie.

Mereka menyanyi. Yah, itulah yang menarik, bahkan mereka menyanyi secara live. WOW ! Beberapa dari mereka memang melakukan pekerjaan mereka terutama saat Hathaway menyanyi I Dreamed A Dream, Jackman di awal-awal scene film, Barks dengan On My Own-nya, dan Redmayne dengan Empty Chairs at Empty Tables-nya merupakan beberapa scene yang sangat memorable di sepanjang film. Mereka tidak hanya menyanyi namun juga memeberikan emosi di nyanyian mereka, membuat penonton merasakan hal yang sama. Sementara pasangan yang juga pernah bermain dalam musical Tim Burton, Sweeney Todd, Bonham Carter dan Cohen berhasil menjadi duo penyegar suasana di dalam film. Crowe yang tampil hampir di sepanjang film, selayaknya Jackman, tampil meyakinkan walaupun tidak special. Jalan cerita cinta antara Barks dan Redmayne jauh lebih enjoyable dan berkesan dibandingkan cerita cintanya antara Redmayne dan Seyfried. Ketika Redmayne dan Barks berbagi scene sepertinya lebih masuk saja dibandingkan dengan berbagi scenenya dengan Seyfried yang sangat mediocre. Intinya, totalitas mereka dalam berakting, bernyanyi sampai transformasi fisik dari beberapa pemain yang tidak hanya sekedar make up memang patut diacungi jempol.

Sembilan puluh lima persen disampaikan dengan nyanyian, film ini sepertinya mulai terlihat lelah pada menit scene-scene revolusi yang dilakukan oleh Marius. Semuannya serba pelan, semuannya sepertinya sudah mulai penat dengan semua dialog dan monolog yang menyanyi lagi dan menyanyi lagi, dengan intensitas emosi untuk penonton yang mulai berkurang jika dibandingkan dengan awal film, bagian sepertiga film ini mulai hambar dan film terlihat bingung dan bertele-tele untuk melakukan adegan ending. Sama sekali tidak sepadan dengan bagian Fantine yang lebih terkesan terburu-buru dan terlalu cepat. Dengan kata lain, film ini sangat menghibur, terutama yang menyukai broadway atau semacamnya, hanya saja akan datang poin tertentu yang merupakan titik frustasi dan jenuh dari penonton berharap film ini segera untuk diakhiri.

Trivia

Taylor Swift dikabarkan akan memerankan Eponine, anak dari pasangan Thenardier yang merupakan teman masa kecil Cosette yang juga mengagumi Marius secara diam-diam, sebelum Samantha Barks mendapatkan perannya.

Quote

Fantine :  I had a dream my life would be so different from this hell I’m living!