Clive Owen

Duplicity (2009) : Corporate Spies Couple and Their Trust Issue

Director : Tony Gilroy

Writer : Tony Gilroy

Cast : Julia Roberts,  Clive Owen,  Tom Wilkinson, Paul Giamatti

About

Mata-mata. Keduannya adalah pasangan yang serasi. Terkadang mereka akan berseteru. Mereka bekerja untuk dua pihak yang berlawanan. Yah pasti yang ada di pikiran pertama mungkin Mr. & Mrs. Smith dari pasangan Angelina Jolie dan Brad Pitt yang sangat ngehits di saat itu. Namun, masih ada lagi film dengan cerita yang hampir sama namun dimainkan oleh Julia Roberts dan Clive Owen.

Pasangan yang bermain apik dalam Closer ini, kembali di pasangan dalam drama mata-mata Duplicity. Duplicity bercerita tentang dua agen rahasia yakni Claire (Julia Roberts) dan Ray (Clive Owen) yang bekerja sama dengan cara bekerja di dua perusahaan yang saling bersaing. Ketika Howard Tully (Tom Wilkinson) diam-diam mengembangkan sebuah produk, rivalnya Richard Garsik (Paul Giamatti) mengutus Ray untuk menyelidikinya. Tentu saja, dengan bantuan Claire yang ternyata dengan sembunyi-sembunyi melakukan report terhadap Ray. Masalah menjadi complicated ketika ternyata mereka berdua adalah pasangan yang sebenarnya saling mencintai, hanya saja mempunyai trouble dengan trust issue yang datang dari historis hubungan mereka berdua. Dapatkah mereka memperoleh formula rahasia yang sedang dikembangkan oleh Howard Tully ?

Film ini disutradari yang juga sebagai penulis, Tony Gilroy, orang yang dikenal dengan trilogy Bourne yang hampir ketiganya mendapatkan respon yang sangat impressive, baik segi finansial maupun dari segi kritik.

“Hmm, it’s just under of my expectation.”

Melihat premis awalnya, ekspektasi awal adalah sebuah film dengan banyak intrik, banyak adegan lucu, juga dengan banyak action seperti halnya Mr & Mrs. Smith. Bayangan pertama adalah Julia Roberts beraksi dengan sangat apik seperti halnya Angelina Jolie, hmm, who’s not gonna be attracted ? Namun sepertinya, ada yang terlupa dari film ini, film ini bukanlah film action, film ini adalah film crime dengan balutan romantic dengan sedikit sentuhan thriller.

Dari awal film, kita disuguhi dengan opening credit yang merupakan salah satu opening credit yang paling membosankan yang pernah dilihat dengan memperlihatkan karakter Tom Wilkinson dan Paul Giamatti yang berkelahi namun dengan gerakan slow motion. Dan benar saja, hal tersebut harusnya menjadi sebuah pertanda bahwa film ini terlalu berfokus pada hubungan antara dua karakter tersebut. Ketika dua karakter supporting ini terus-terusan bertengkar, dua leading roles-nya mengalami underdeveloped yang membuat film ini sedikit kehilangan magnet untuk ditonton.

Dan jika kamu adalah fans Julia Roberts, mungkin kamu dapat bertoleransi, namun jika bukan, Julia Roberts tampil dengan sangat membosankan dan seperti kehilangan sinarnya sebagai bintang. Luckily, I am a Julia Roberts fan. Begitu pula, dengan penampilan Clive Owen yang kurang greget. Mungkin script yang seperti menuliskan bahwa didalam film ini mereka mempunyai sebuah trust issue, membuat mereka seperti kehilangan chemistry dan selalu gagal ketika mereka berusaha membangunnya.

Plotnya pun dibuat dengan sedikit-sedikit flashback dan seperti meninggalkan puzzle-puzzle untuk penonton rangkai sebenarnya ada hubungan apa sih antara karakter Julia Roberts dan Clive Owen ini. Keseluruhan film juga dipenuhi dengan twist-twist kecil namun benar-benar tidak berarti, hanya tik-tok chit chat antara leading role yang dibolak-balik namun tidak meninggalkan kesan witty di dalamnya.

Adegan ketika Julia Roberts mencari sebuah mesin fotokopi merupakan adegan thrilling yang ada di sepanjang film, namun dengan twist (lagi) di akhir film yang tidak bersifat “winning audience’s heart” sepertinya payoff untuk menonton film ini kurang lebih selama 2 jam menjadi semakin kecil, dan cenderung mengecewakan.

Trivia

Di opening weekendnya, film ini harus melawan Knowing dan I Love You Man, dan hanya mampu berada di posisi ketiga dibawah keduannya.

Quote

Claire :  If I told you I loved you, would it make any difference?

Ray : If you told me or if I believed you?

Advertisements

Closer (2004) : Two Couples, One Affair about A New Perspective of Relationship

Director : Mike Nichols

Screenwriter : Patrick Marber

Cast : Julia Roberts, Jude Law, Clive Owen,  Natalie Portman

Tagline : If you believe in love at first sight, you never stop looking.

“Look closer and you will be surprised.”

About

Alice, diperankan Natalie Portman bertemu dengan Dan, diperankan Jude Law, kemudian menjalani hubungan percintaan. Dengan bantuan yang tidak disengaja oleh Dan, Anna, diperankan Julia Roberts bertemu dengan Larry, diperankan Clive Owen juga menjalin percintaan. Masalah datang ketika Dan dan Anna memutuskan untuk meninggalkan pasangan mereka masing-masing untuk menjalin sebuah hubungan baru. Konflik pun dimulai, kejutan pun bermunculan tentang naik-turunnya hubungan mereka berempat.

It’s different level of romantic drama

Sebuah grafik tentang sebuah hubungan percintaan berhasil digambarkan dalam film ini. Dengan durasi yang relatif singkat, film ini mampu memberikan perjalanan hubungan dari tahap bertemu, tahap konflik hingga tahap akhir dengan baik. Rentetan scene-nya pun meloncat dengan periode waktu yang relatif lama dan hanya melibatkan dua karakter (diantara 4 pilar aktornya) untuk berinteraksi dengan dialog-dialog pintar dan mempunyai makna di setiap line-nya. Hasilnya, luar biasa. Tentu saja, tanpa didukung dengn chemistry masing-masing karakter, film ini benar-benar akan menjadi bloody mess. Dialognya panjaaaaaang, namun dengan penjiwaan dan totalitas pemainnya (terutama Natalie Portman), semuanya sangat menjadi easy-watching untuk penontonnya.

Sebuah perjalanan hubungan yang benar-benar penuh kejutan dari pengembangan cerita lewat karakter yang mengambil keputusan yang mengejutkan. Karakter Alice benar-benar mencuri di setiap kehadirannya, seorang gadis misterius dengan kepandaian bicaranya dan keseksian dari sisi erotis seorang stripper (kapan lagi melihat Natalie Portman sebagai seorang stripper ?) sedangkan karakter Larry benar-benar menjadi Dr. Pervert penuh charm di film ini.  Kehadiran Julia Roberts dan Jude Law yang seharusnya menjadi leading role tetap bersinar, namun sepertinya keduannya tertutup oleh kedua pendamping supproting actor dan actressnya. Walaupun terkesan mengambil cerita yang simple, namun ceritanya sesungguhnya benar-benar memerlukan waktu untuk mencerna dan sedikit thought provoking. Mengapa dia melakukan ini ? Mengapa jadi begini ? dan mengapa film ini bisa dikatakan sebagai cerita tragedi ? Film inilah yang akan membuat penonton ingin melihat lebih dekat, lebih dekat lagi tentang sebuah hubungan, kemudian terkejut. Just look closer !

Trivia

Nama Alice Ayres (karakter yang dimainkan oleh Natalie Portman) diambil dari nama seorang perwat yang meninggal karena menyelamatkan anak-anak yang terjebak di sebuah kebakaran.

Quote

Alice : It’s a lie. It’s bunch of sad strangers photographed beautifully and all glittering assholes who appreciate art say it’s beautiful because that’s what they want to see but people in the photos are sad and alone but the pictures makes the world seem beautiful so the exhibition’s reassuring, which makes it a lie and everyone loves big, fat lie.

Children of Men (2006) : ‘What A Day’ for The Last Baby On The Planet

Sutradara : Alfonso Cuarón

Penulis : Alfonso Cuarón (screenplay), Timothy J. Sexton (screenplay), etc

Pemain : Clive Owen, Michael Caine, Julianne Moore, Clare-Hope Ashitey

Tagline : In 20 years. Women are infertile. No children. No future. No hope. But all that can change. In a heartbeat.

“Totally beautifully mess of a total dystopian with some wonderful longshots.”

 

About

Film diawali dengan kematian orang termuda di dunia ditahun 2027 yang menambah kekacauan dunia sejak terjadinya infertility yang terjadi sejak dua decade terakhir.  Sejak saat itu, United Kingdom adalah satu-satunya Negara yang masih berfungsi sehingga banyak imigran melakukan perpindahan illegal untuk mendapatkan perlindungan.

Suatu ketika, Theo Faron (Clive Owen) diculik oleh segerombolan imigran yang dikenal sebagai The Fishes yang dipimpin oleh mantan istrinya, Julian (Julianne Moore) dan diminta untuk mengantarkan seorang wanita misterius berkulit hitam untuk keluar dari kekacauan itu. Sebuah perjalanan sangat berbahaya pun berani ditempuh Theo setelah ia tahu bahwa sang wanita misterius ternyata sedang mengandung bayi terakhir yang ada di muka bumi.

Film ini disutradarai oleh Alfonso Cuaron yang sebelumnya telah menyutradarai Harry Potter and The Prisoner of Azkaban dan turut dibintangi bintang senior Michael Caine, bintang muda Clare-Hope Ashitey, Pam Ferris dan lain-lain.

Film yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama ini berhasil menyabet tiga nominasi Oscars di tahun 2006 seperti Best Adapted Screenplay, Best Cinematography and Best Film Editing.

What a great journey

Film yang turut dikategorikan sebagai film dystopian ini berhasil menyampaikan cerita yang benar-benar berantakan, gelap dan tanpa harapan di sepanjang film plus original music yang menambah kesan dystopian benar-benar terasa. Beberapa scene di-shot dengan indah dan panjang dan disempurnakan dengan acting para actor yang benar-benar mumpuni.

Plus, cerita yang original dan menggali sisi kemanusiaan sekaligus penggambaran hari akhir dengan cara yang berbeda membuat film ini benar-benar menghantui penonton sepanjang film, menghipnotis penonton dari awal film, diakhiri dengan ending yang penuh dengan harapan.

Trivia

Theo Faron diambil dari Bahasa Yunani yang berarti “God of Lighthouse”. Lighthouse sendiri merupakan symbol harapan dari banyak pelaut yang tersesat.

Quote

Theodore Faron: It’s the first baby in 18 years. You can’t call it Froley